Jumat, 26 Oktober 2012

Menahan AMARAH untuk SURGA

Sahabat Hikmah yang tercinta... Ternyata surga ditempati oleh orang yang bisa menahan amarah. Dan Surga ditempati orang yang senang memaafkan. ... ”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134) Apakah Anda mau masuk surga? Mulai sekarang TAHAN AMARAH dan MAAFKANLAH ! Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah” (HR. Bukhari). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia”. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring”(HR. Ahmad, Shohih). Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan” (HR. Thobrani, Shohih) Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan”. Tips menanggulangi kemarahan Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah : (1) Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”. (2) Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya (3) Mengambil sikap diam, tidak berbicara (4) Duduk atau berbaring (5) Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah (6) Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh (7) Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh. Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan: “Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah). Menurut Al-Ghazali, kita memang tidak mungkin menghindari kemarahan. Kemarahan tidak secara normatif dianggap sebagai penyakit, demikian tulis Said Hawwa. Kemarahan yang penyakit – lanjutnya - adalah kemarahan yang zhalim dan cepat marah serta lambat reda. Kemarahan yang baik dipicu oleh hal-hal yang baik. Sedangkan kemarahan yang zhalim dipicu arogansi, ‘ujub, senda gurau, kesia-siaan, pelecehan, pencibiran, perdebatan, pertengkaran, penghianatan dan ambisi dunia. Semoga kita MENAHAN AMARAH, BERDAMAI dan MEMAAFKAN...

~ Pilih Istri Wanita Karier atau Ibu Rumah Tangga?

Sebelum menikah, laki-laki berhak mencari calon istri yang terbaik di antara beberapa calon yang masuk dalam kriterianya. Jika sudah menikah, laki-laki harus menerima istrinya itu apa adanya. Mungkin saja, ada kekurangan-kekurangan istri yang baru terlihat saat mereka sudah menikah. Secara garis besar, wanita itu memiliki 2 karakter profesi, ibu rumah tangga dan wanita karier. Pilihan mana yang terbaik buat Anda, sangat tergantung mana yang menjadi pilihan tipe Anda. Ada suami yang lebih senang istrinya hanya mengurus rumah tangga. Ada juga suami yang bangga mempunyai istri seorang wanita karier. Namun pada umumnya banyak suami yang menyukai perempuan yang memiliki karakter ibu rumah tangga murni. Yang bisa mengurus rumah tangga. Tiap hari selalu menyiapkan bekal makan siang untuk dibawa ke kantor . Lalu apakah wanita pekerja tidak memiliki karakter ibu rumah tangga yang baik? Jangan salah, wanita pekerja (maksudnya yang saat ini bekerja) mungkin saja memiliki karakter ibu rumah tangga yang kuat. Saat ini, dia bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri dan menyiapkan masa depannya, siapa tahu mendapatkan jodoh dari tempat kerjanya itu. Kelak, saat dia telah memiliki suami yang mapan, maka dia akan memilih profesi sebagai ibu rumah tangga murni. Selanjutnya, bagaimana cara cepat melihat karakter wanita berdasarkan profesinya? Gampangnya, lihat saja apakah dia (wanita) membawa bekal makan siang ke tempat kerjanya. Jika membawa bekal sendiri, besar kemungkinan dia adalah tipe ibu rumah tangga sejati. Kalau makan siangnya jajan di luar, masih ada 2 kemungkinan. Tipe wanita karier atau memang ada alasan lain, sehingga memilih jajan di luar (biasanya karena lebih praktis). Cara lainnya, coba sekali-kali anda telepon di waktu pagi pada saat hari libur kerja. Apa kesibukannya? Apakah dia sedang belanja atau memasak bersama ibunya atau lagi siap-siap untuk jalan-jalan dan shoping (refreshing). Apakah dia sedang mencuci pakaiannya sendiri atau masih tiduran. Atau jika anda sudah akrab, sekali-sekali langsung saja bertamu main-main ke rumahnya, lihat sendiri apa kesibukannya. Dari dua pilihan ini, pilihan mana yang lebih baik? Sangat tergantung dengan tipe karakter Anda (laki-laki) sebagai calon suami. Banyak risiko jika memiliki istri yang berprofesi sebagai wanita karier. Survey menunjukkan, 2 dari 10 wanita karier (yang kariernya sangat sukses) memiliki kegagalan dalam berumah tangga. Banyak sekali “gangguan” terhadap wanita yang bekerja. Pelayanan kepada suami berkurang, karena sebagian waktu dan tenaganya akan tersita oleh pekerjaan. Mungkin ada juga godaan dari laki-laki lain (PIL : pria idaman lain) di tempat kerja yang menimbulkan ketidak harmonisan dalam rumah tangga. Lalu apakah istri ibu rumah tangga pilihan yang terbaik? Jawabannya relatif. Ada juga sebagian kecil istri yang hanya berperan sebagai ibu rumah tangga tidak piawai dalam mengurus rumah tangga dan anaknya. Memboroskan uang gajian suaminya dan tak pandai mengatur keuangan dan belanja rumah tangganya. Dan terlebih parah lagi, suami dibebani perkerjaan rumah tangga seperti masak dan cuci sendiri selepas pulang kerja (istri yang pemalas). Gambaran umum perbandingan istri wanita karier dan ibu rumah tangga : 1. Wanita karier - Meteri berlimpah - Wawasan luas dan bisa kenal banyak orang - Susah untuk memaintenance waktu antara kerjaan kantor atau kerjaan rumah - Jarang ada di rumah - Stres akan pekerjaan kadang terbawah sampai ke rumah - Sering tidak adanya makanan untuk sarapan dirumah (sering beli makanan dari luar) - Kurang kasih sayang untuk anak - Kurangnya perhatian untuk anak - Tidak tahu perkembangan dan pergaulan anak Memang dengan kedua orang tua bekerja materi akan lebih banyak, tapi lebih pilih mana materi atau anak? Mengumpulkan materi untuk anak tapi kalau anak kekurangan kasih sayang dan beralih/terjerumus ke hal-hal negatif lalu materi itu untuk apa? Jika ini terjadi, tidak ada manfaatnya materi berlimpah. 2. Wanita ibu rumah tangga - Suami harus banting tulang sendirian untuk menafkahi keluarganya - Suami tenang berkerja di kantor karena rumah dan anak ada yang mengurus dan menjaganya - Bisa selalu ada di rumah untuk memantau anak - Jago masak sehingga suami selalu rindu masakan istri (salah satu faktor pelanggeng ikatan rumah tangga) - Bisa memberikan kasih sayang yang cukup untuk anak sehingga anak tidak merasa kesepian atau sendiri Memang wanita ibu rumah tangga kadang bosan atau jenuh selalu berada di rumah tapi apa bosan apabila menjaga anak sendiri dan bermain dengan anak sendiri yang masih kecil dan masih lucu-lucunya? Kelak saat-saat inilah yang selalu menjadi kenangan terindah dihari-hari tua ibu. Sekali lagi, pilihan mencari calon istri ini 100% adalah hak Anda. Hidup ini adalah pilihan, dan setiap pilihan memiliki risiko masing-masing dan memerlukan konsekuensi. Jadi, silahkan memilih istri sebaik-baiknya. Dan jika sudah memilikinya, terima istri Anda apa adanya. Bagaimana dengan pilihan Anda? :-)

Rabu, 24 Oktober 2012

Kata-kata Hikmah Guru Mulia al-Habib Umar حفظه الله


قَالَ فِى شَأنِ دَعْوَةٍ : اَلْوَاجِبُ أنْ نَكُوْنَ كُلُّنَا دَعَاةً وَ لَيْسَ بِوَاجِبٍ اَنْ نَكُوْنَ قُضَاةً اَوْ مُفْتِيَيْنِ (قُلْ هَذِهِ سَبِيْلِيْ أدْعُوْ اِلَى اللهِ عَلَى بَصِيْرَةٍ أنَا وَ مَنِ اتَّبَعَنِيْ) فَهَلْ نَحْنُ تَبِعْنَاهُ أوْ مَا تَبِعْنَاهُ ؟ فَالدَّعْوَةُ مَعْنَاهَا : نَقْلُ النَّاسَ مِنَ الشَّرِّ اِلَى اْلخَيْرِ وَ مِنَ ا

لْغَفْلَةِ اِلَى الذِّكْرِ وَ مِنَ اْلأدْبَارِ اِلَى اْلإقْبَالِ وَ مِنَ الصِّفَاتِ الذَّمِيْمَةِ اِلَى الصِّفَاتِ الصَّالِحَةِ

Beliau حفظه الله تعالى berkata tentang dakwah: “Yang wajib bagi kita iaitu harus menjadi da’ie dan tidak harus menjadi qadhi atau mufti. (Katakanlah Wahai Muhammad صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang jelas aku dan pengikutku), apakah kita mengikuti Baginda atau tidak? Arti dakwah adalah memindahkan manusia dari kejelekan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ingat kepada Allah, dan dari keberpalingan kembali menuju kepada Allah, dan dari sifat yang buruk menuju sifat yang baik.

إذَا صَحَّ الْخُرُوْج حَصَلَ بِهِ الْعُرُوْج

Bila benar keluarnya seseorang (di dalam berdakwah), maka ia akan naik ke darjat yang tinggi.

كُلّ وَاحِدٍ قُرْبُهُ فِى الْقِيَامَةِ مِنَ اْلأنْبِيَاءِ عَلَى قَدْرِ إهْتِمَامِهِ بِهَذِهِ الدَّعْوَةِ

Kedekatan seseorang dengan para anbiya` di hari qiamat menurut kadar perhatiannya terhadap dakwah ini.

املأ قَلْبَكَ بِمَحَبَّةِ إخْوَانِكَ يَنْجَبِرْ نُقْصَانُكَ وَ يَرْتَفِعْ عِنْدَ اللهِ شَأنَكَ

Penuhilah hatimu dengan kecintaan terhadap saudaramu nescaya akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu di sisi Allah.

مَنْ كَانَ سَيَلْقَي فِي الْمَوْتِ الْحَبِيْبَ فَالْمَوْتُ عِيْدًا لَهُ
Barang siapa menjadikan kematiannya sebagai pertemuan dengan sang kekasih (Allah), maka kematian adalah hari raya baginya.
مَنْ لَمْ يُجَالِسْ مُفْلِحُ كَيْفَ يُفْلِحُ وَ مَنْ جَالَسَ مُفْلِحَ كَيْفَ لاَ يُفْلِحُ

Barangsiapa yang tidak mahu duduk dengan orang beruntung, bagaimana mungkin ia akan beruntung dan barangsiapa yang duduk dengan orang beruntung bagaimana mungkin ia tidak akan beruntung.

الإنْطِوَاءُ فِى الشَّيْخِ مُقَدِّمَةٌ لِلْلإنْطِوَاءِ فِى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ اْلإنْطِوَاءُ فِى الرَّسُوْلِ مُقَدِّمَةٌ لِلْفَنَاءِ فِى اللهِ

Menyatunya seorang murid dengan gurunya merupakan permulaan di dalam menyatunya dengan Rasulullah صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم. Sedangkan menyatunya dengan Rasulullah صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم merupakan permulaan untuk fana pada Allah

لَمْ يَزَلِ النَّاسُ فِى كُلِّ وَقْتٍ مَا بَيْنَ صِنْفَيْنِ : صِنْفُ سِيْمَاهُمْ فِي وُجُوْهِهِمْ مِنْ أثَرِ السُّجُوْدِ وَ صِنْفُ سِيْمَاهُمْ فِى وُجُوْهِهِمْ مِنْ أثَرِ الْجُحُوْدِ

Manusia di setiap waktu senantiasa terdiri dari dua golongan:
Golongan yang diwajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas sujud; dan
Golongan yang di wajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas keingkaran.

إنَّ لِلسُّجُوْدِ حَقِيْقَةً إذَا نَازَلَتْ اَنْوَارُهَا قَلْبَ الْعَبْدِ ظَلَّ الْقَلْبِ سَاجِدًا أبَدًا فَلاَ يَرْفَعُ عَنِ السُّجُوْدِ

Sesungguhnya di dalam sujud terdapat hakikat yang apabila cahayanya turun pada hati seorang hamba, maka hati tersebut akan sujud selama-lamanya dan tidak akan mengangkat dari sujudnya.

أخْرِجْ خَوْفَ الْخَلْقِ مِنْ قَلْبِكَ تَسْتَرِحْ بِخَوْفِ الْخَلْقِ وَ أخْرِجْ رَجَاءَ الْخَلْقِ مِنْ قَلْبِكَ تَسْتَلِذَّ بِرَجَاءِ الْخَلْقِ

Keluarkanlah rasa takut pada makhluk dari hatimu maka engkau akan tenang dengan rasa takut pada Kholiq (pencipta) dan keluarkanlah berharap pada makhluk dari hatimu maka engkau akan merasakan kenikmatan dengan berharap pada Kholiq.

كَثْرَةُ الصَّفَاطِ وَ كَثْرَةُ الْمِزَاحِ عَلاَمَةٌ خُلُوِّ الْقَلْبِ عَنْ تَعْظِيْمِ اللهِ تَعَالَى وَ عَلاَمَةٌ عَنْ ضَعْفِ اْلإيْمَانِ
Banyak bergurau dan bercanda merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah dan tanda dari dhoifnya iman.

سَبَبٌ مِنْ أسْبَابِ نُزُوْلِ الْبَلاَءِ وَ الْمَصَائِبِ قِلَّةُ الْبُكَائِيْنَ فِى جَوْفِ اللَّيِلِ

Salah satu dari penyebab turunnya bencana dan musibah adalah sedikitnya orang yang menangis di tengah malam.

أهْلُ اْلإتِّصَالِ مَعَ اللهِ اَمَْلَئَ اللهُ قُلُوْبَهُمْ بِالرَّحْمَةِ فِى كُلِّ لَحْظَةٍ

Orang yang selalu mempunyai hubungan dengan Allah, Allah akan memenuhi hatinya dengan rahmat di setiap waktu.

مَا ارْتَقَى اِلَى اْلقِمَّةِ اِلاَّ بْالْهِمَّةِ

Tidak akan naik pada derajat yang tinggi kecuali dengan himmah (cita-cita yang kuat)

مَا أعْجَبَ اْلأرْضُ كُلُّهَا عِبْرَةٌ أظُنُّ لاَ يُوْجَدُ عَلَى ظَهْرِ اْلأرْضِ شِبْرًا اِلاَّ وَ لِلْعَاقِلِ فِيْهِ عِبْرَةٌ اِذَا اعْتُبَرَ

Alangkah anehnya bumi, semuanya adalah pelajaran. Kukira tidak ada sejengkal tanah di muka bumi kecuali di situ ada ibrah (pelajaran) bagi orang yang berakal apabila mahu mempelajarinya.

خَيْرُ النَّفْسِ مُخَالَفَتُهَا وَ شَرُّ النَّفْسِ طَاعَتُهَا

Sebaik-baik nafsu adalah yang dilawan dan seburuk-buruk nafsu adalah yang diikuti.

مِنْ دُوْنِ قَهْرِ النُّفُوْسِ مَا يَصِلُ الإنْسَانُ اِلَى رَبِّهِ قَطٌّ قَطٌّ قَطٌّ وَ اْلقُرْبُ مِنَ اللهِ عَلَى قَدْرِ تَصْفِيَةِ النُّفُوْسِ

Tanpa menahan hawa nafsu maka manusia tidak akan sampai pada Tuhannya sama sekali dan kedekatan manusia terhadap Allah menurut kadar pembersihan jiwanya.

إذَا انْفَتَحَتِ الْقُلُوْبُ حَصَلَ الْمَطْلُوْبَ

Jikalau sebuah hati telah terbuka, maka akan mendapatkan apa yang diinginkan.

مَنْ كَانَ لَهُ بِحَارٌ مِنَ الْعِلْمِ ثُمَّ وَقَعَتْ قِطْرَةٌ مِنَ الْهَوَى لَفَسَدَتْ

Barangsiapa yang mempunyai samudra ilmu kemudian kejatuhan setetes hawanafsu, maka hawa nafsu itu akan merusak samudra tersebut.

Semoga bermanfaat

Dua Hal Yang Membahagiakan


Dua hal yang tidak akan kekal pada diri seseorang adalah masa muda dan kekuatannya

Dua hal yang tidak akan berubah pada diri seseorang adalah tabiat dan bentuk tubuhnya


Dua hal yang tidak akan besar bersamanya adalah akal dan amalnya

Dan manusia tidak akan malu terhadap dua hal yaitu mengisi perutnya dan kebutuhannya

Manusia itu selalu malu pada dua hal yaitu mencuri dan berkhianat

Adapun dua hal yang bermanfaat bagi setiap manusia adalah akhlak yang bagus dan jiwa yang toleran

Dua hal yang membahayakan bagi setiap manusia adalah menghasat orang yang memperoleh nikmat dan dengki terhadap orang yang berwibawa

Dua hal yang apabila bertambah atau berkurang akan berakibat buruk pada seseorang
yaitu makanan atau minuman

Dua hal yang apabila bertambah tidak berbahaya tetapi apabila keduanya berkurang akan membawa kepada dampak yang lebih baik yaitu kebiasaan dan sikap ikut-ikutan

Dua hal yang apabila berkurang akan berbahaya jika bertambah akan memberikan dampak yang lebih baik yaitu ibadah dan ikhsan atau berbuat baik.

Dua hal yang membahayakan manusia secara materi tetapi memberi manfaat untuk orang banyak yaitu membelanjakan harta untuk kemuliaan dan mengorbankan jiwa ke jalan Allah.

Dua hal yang mendatangkan manfaat bagi manusia secara materi akan tetapi menimbulkan bahaya bagi banyak orang yaitu melindungi rahasia suatu profesi dan menyimpan atas keberhasilan suatu penelitian

Dua hal yang di sukai manusia yaitu harta dan keindahan

Dua hal yang tidak di sukai manusia yaitu kesewenang-wenangan dan kerusakan

Dua hal yang menyilaukan atau menyilapkan semua manusia yaitu hawa nafsu dan anak-anak.

Dua hal dimana manusia semua khawatir terhadapanya yaitu kemiskinan dan kematian

Dua hal yang selalu di buntuti oleh semua manusia yaitu halusinasi dan hayalan

Dua hal yang selalu di hindari oleh semua manusia yaitu penyakit dan kelaparan

Dua hal dimana manusia sangat suka melihatnya yaitu pahlawan dan para pelawak.

Dua hal yang selalu di harapkan manusia agar senantiasa ada dalam dirinya yaitu kesehatan dan kesenangan.

Dua hal yang suka di dengarkan manusia yaitu suara yang merdu dan berita yang mengembirakan.

Dua hal yang di mana semua manusia ingin mendapatkannya yaitu ketenaran dan pujian dari orang lain.

Dan yang terakhir......

Dua hal yang kelak manusia akan bertempat di akhir kehidupannya yaitu SURGA atau NERAKA.

Semoga bermanfaat
...Tafakur Umur...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya.”

“Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, m

elainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” (QS. Fathir: 11).

Dalam ayat di atas, Allah SWT memberi penegasan bahwa hidup manusia di dunia adalah suatu proses panjang yang sudah tertulis dan diabadikan dalam lauh mahfudz. Dari proses penciptaan, lahirnya ke dunia, tumbuh dewasa hingga menunggu kapan panggilan-Nya menyapa.

Dalam tiap fase kehidupan itulah Allah menganugerahkan fasilitas gratis yaitu umur yang nilainya takkan sebanding dengan apa pun. Terlebih jika umur itu dikerahkan untuk melakukan hal-hal terbaik untuk Allah juga sesama guna menghadapi pertemuan dengan-Nya kelak.

Pertemuan dengan Allah diawali dengan berakhirnya jatah usia manusia di alam dunia. Sebagaimana kita tahu, kematian tidak dapat dipercepat apalagi ditangguhkan. Sejauh apa pun kaki melangkah, setinggi apapun benteng tempat persembunyian, seterpencil manapun kita hijrah ke suatu negeri, tetap ada fase kehidupan yang tidak bisa kita hindari; kematian.

Kematian bak final dari setiap perlombaan yang kita ikuti selama di dunia—hanya saja, perlombaan untuk berbuat hasanah atau maksiat—itu diserahkan sepenuhnya kepada hamba itu sendiri. Sebab hidup ialah memilih. Jalan mana yang semestinya kita pilih, harus dipertimbangkan secara matang agar penyesalan tidak timbul di kemudian hari.

Sejatinya, setiap insan ‘tahu’ bahwa dirinya akan mati dan kembali kehadirat Ilahi Rabbi, namun amat disayangkan, bekal untuk menghadapi sesuatu yang amat besar itu sering diabaikan. Persiapan menghadapi kehidupan yang sebenarnya perlu disiapkan dengan berbagai amalan yang berbuah pahala dan ridha Allah, tanpa perlu menyampingkan kewajiban-kewajiban duniawi.

“Orang yang terbaik di antara kamu bukanlah orang yang meninggalkan dunianya untuk akhirat dan yang meninggalkan akhiratnya untuk dunianya. Sesungguhnya, dunia ini ialah bekal ke akhirat dan janganlah kamu menjadi beban atas manusia.” (HR Ibnu Asakir)

“Perbanyak mengingat kematian,” begitu Rasulullah SAW memberikan anjuran kepada umatnya. Sebab, dengan mengingat kematian, kikislah perasaan tamak terhadap harta, tahta, dan cinta yang berlebih kepada sesama. Kesadaran penuh akan makna kematian, jika sudah menusuk ke relung hati, juga akan menghadirkan perasaan cukup (qanaah) dan penyerahan diri secara total kepada Allah (tawakal).

Jika kita sepakat bahwa semua milik Allah (Inna Lillah) serta semua akan kembali kepada Allah (Ilaihi Raji’un), maka nampaknya sudah jelas tugas kita di dunia. Rezeki, kematian, jodoh, semua sudah dirancang sedemikian rapi oleh Allah, namun dengan tetap berikhtiar kepada-Nya.

Kalau kita mau berpikir jernih, sebenarnya tidak ada takdir buruk untuk manusia, yang ada hanyalah manusia itu sendiri yang belum melihat sisi baik dari setiap cobaan dalam tahap-tahap kehidupan. Juga tidak ada takdir yang tidak sejalan antara apa yang ditetapkan Allah dengan apa yang kita inginkan.

Jika umur adalah amanah Allah, maka Allah jualah yang akan mengambil titipannya—sesuai waktu yang masih menjadi rahasia-Nya. Tetapkan rasa syukur jika mendapatkan apa yang kita kehendaki, dibarengi dengan rasa sabar jika apa yang kita kehendaki, belumlah Dia wujudkan hingga saat ini. Dengan syukur dan sabar, maka hidup semakin berarti. Wallahu a’lam.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Hati manusia ...

Di dalam hati manusia ada kekusutan dan tidak akan terurai kecuali menerima kehendak Allah swt.

Di dalam hati manusia ada keganasan dan tidak akan hilang kecuali tunduk dan patuh pada Allah swt .


Di dalam hati manusia ada kesedihan dan tidak akan hilang kecuali mengenali Allah swt .

Di dalam hati manusia ada kegelisahan dan tidak akan tenang damai kecuali berlindung, bertemu dan berjumpa denganNya .

Di dalam hati manusia ada penyesalan dan tidak akan padam kecuali ridha dengan perintah dan laranganNya serta qadha dan qadarNya serta kesenantiasaan sabar sehingga menemuiNya .

Di dalam hati manusia ada hajat dan tidak akan terbendung kecuali kecintaan kepadaNya dan bermohon kepadaNya .

Kesentiasaan berzikir kepadaNya adalah keikhlasan sebenar kepadaNya . . Andai dunia dan isinya diberikan kepada manusia masih tidak dapat lagi membendung hajat hati si hamba itu ..

Senin, 22 Oktober 2012

JASAD YANG DIJAGA SELAMA HIDUP, BAGAIMANA DI ALAM KUBUR

Inilah fase-fase sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun.

Malam Pertama - Di kuburan pembusukan dimulai pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.


Malam Kedua - Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti: limpa, hati, paru-paru dan lambung.

Hari Ketiga - Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluatkan bau busuk tidak sedap.

Seminggu Setelahnya - Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.

Setelah 10 hari - Tetap terjadi pembusukan kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa..

Setelah 2 Minggu - Rambut mulai rontok

Setelah 15 Hari - Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya

Setelah 6 Bulan - Yang tersisa hanya rangka tulang saja.

Setelah 25 Tahun - Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, kita akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor). Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat.

Inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya. Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah disebutkan. ( MAJELIS TAUSIAH PARA KYAI & USTADZ INDONESIA )